Monday, February 3, 2014

Propolis Bantu Penyembuhan Demam Berdarah

 
KOMPAS.com - Lebah dikenal sebagai hewan produktif yang sangat bermanfaat bagi manusia, melalui sejumlah produk yang dihasilkannya. Salah satunya adalah propolis, yaitu campuran getah tanaman sejenis pinus dengan air liur dan lilin lebah. Propolis digunakan untuk melindungi serta memperbaiki sarang lebah. Dengan kandungan anti-inflamasi, antivirus, dan anti-oksidan, propolis ternyata juga berguna untuk manusia.

"Propolis bisa menjadi pendamping dalam terapi penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan proses penyembuhan yang lebih cepat, pasien tidak perlu berlama-lama dirawat di rumah sakit," kata peneliti yang juga Ketua Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU), Aznan Lelo, pada temu media bertajuk "Kegunaan Propolis pada Penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD)", di Jakarta, Selasa (28/1/2014).
 
Kegunaan propolis sudah terbukti secara klinis, melalui uji mutu yang dilakukan di SMF Penyakit Dalam, RS Persahabatan, Jakarta Timur. Dalam riset ini Aznan dan tim menggunakan propoelix, yakni ekstrak propolis berbentuk kapsul. Pemberian propoelix dilakukan selama empat hari, namun risetnya berlangsung selama empat bulan mulai Desember 2009 sampai Maret 2010.
 
Riset ini melibatkan 106 responden penderita DBD yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang diberi placebo dan propolis 100 miligram sebanyak tiga kali sehari. Propoelix dan placebo diberikan secara oral pada responden.
 
Hasilnya, kedua kelompok mengalami perbaikan klinis. Namun, hasil tes darah laboratorium pada hari kedua membuktikan, jumlah trombosit pada kelompok yang diberi propoelix lebih tinggi. Kelompok ini juga dirawat dalam waktu lebih cepat dibanding kelompok yang mengonsumsi placebo. Hasil ini sudah dimuat dalam jurnal Medika tahun 2013, atau bisa dilihat di www.jurnalmedika.com
 
Riset ini membuktikan propoelix efektif memperbaiki parameter laboratorium, kondisi klinis, dan menurunkan lama perawatan pasien DBD. "Sebetulnya pada hari kedua riset responden yang mengonsumsi propoelix sudah merasa baik dan ingin pulang. Namun kita cegah untuk mengantisipasi munculnya dampak negatif yang tidak diketahui sebelumnya. Lama perawatan selama empat hari meyakinkan dampak positif yang diberikan propoelix," kata Aznan.
 
Propoelix mengandung dua antioksidan utama, yang tidak terdapat dalam produk perlebahan lainnya seperti bee pollen atau royal jelly. Antioksidan tersebut adalah bioflavanoid dan Caffeic Acid Phenethyl Ether (CAPE). CAPE merupakan senyawa anti-inflamasi, yang mencegah pecahnya pembuluh darah sehingga penderita DBD tidak mengalami pendarahan. Sedangkan bioflavanoid merupakan antioksidan primer dengan kandungan lebih lengkap dibanding asetil kolin atau gama globulin.
 
"Memang di setiap vitamin pasti ada anti-oksidan, tapi jumlahnya terbatas dan harus dikonsumsi dalam jenis yang banyak sehingga bisa saling melengkapi. Sementara untuk flavanoid kita cukup mengonsumsi satu saja, karena di dalamnya sudah ada anti-oksidan yang memberi manfaat lebih. Manfaat propoelix sudah tidak perlu diragukan, apalagi sampai saat ini hanya propoelix yang sudah menjalani uji klinis," kata Chief Medical Consultant High Dessert Indonesia (HDI), Ivan Hoesada.
 
Untuk menjaga kesehatan sehari-hari, Ivan menyarankan konsumsi propoelix kapsul satu kali sehari. Sedangkan untuk penderita DBD, propoelix dikonsumsi tiga kali sehari masing-masing satu kapsul. Dosis ini bisa dikurangi setengahnya untuk konsumsi anak yang menderita DBD.
 
sumber :  http://health.kompas.com/read/2014/01/28/1550095/Propolis.Bantu.Penyembuhan.Demam.Berdarah

Tak Perlu Takut Hadapi Kanker



KOMPAS.com - Kanker sebetulnya tak jauh berbeda dengan penyakit lain. Dengan pengobatan teratur dan menuruti saran dokter,  kanker sebenarnya dapat dikendalikan. Selanjutnya, pasien akan hidup sehat dan mampu melewati masa survivalnya.
 
Sayangnya, tak semua pasien kanker berani menghadapi kenyataan tersebut. Kanker bahkan dirasa sebagai vonis mati sehingga tidak melakukan upaya maksimal untuk kesembuhannya.
 
"Kanker tidak perlu dihadapi dengan ketakutan. Kalau memang sudah ketahuan maka secepatnya berobat, sehingga kondisi pasien bisa cepat membaik," kata onkolog senior dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), H.M.Djakaria pada jumpa pers memperingati World Cancer Day pada Senin (3/2/2014) di Jakarta.
 
Ketakutan ini bahkan sudah muncul saat mulai muncul benjolan di tubuh. Padahal, hanya 10-15 persen benjolan pada tubuh yang merupakan kanker. Tentunya untuk mengetahui kanker atau bukan pasien harus berkonsultasi dan menjalani diagnosa dokter. Bila sudah pasti, pasien harus menjalani pengobatan sesuai jenis kanker yang diderita. 
 
"Pengobatan kanker sangat banyak jenisnya dan perlu waktu sebelum membaik. Pengobatan akan efektif bila sesuai jenis kanker yang diderita. Apalagi, satu pengobatan tidak berlaku untuk semua jenis kanker," jelas Djakaria.
 
Ketakutan pada kanker sering berakibat negatif, salah satunya keengganan berobat pada jalur yang sudah terbukti dan teruji. Pasien lebih memilih pengobatan alternatif dan herbal yang efek dan kualitasnya belum teruji. Hal ini biasanya juga dilakukan karena tertarik pada janji kualitas dan hasil yang baik.
 
Padahal, pengobatan yang dilakukan bukan ahlinya memicu risiko lebih besar untuk pasien. Apalagi bila pengobatan dilakukan tanpa proses diagnosa yang benar. Akibatnya alih-alih mengobati, pengobatan yang tidak evidence based justru memacu pertumbuhan sel kanker.
 
"Bagaimana bisa efektif kalau lokasi dan kondisi sel kanker tidak diketahui. Proses diagnosa yang benar akan menentukan keberhasilan pengobatan. Diagnosa juga menjamin efektivitas pengobatan kanker," kata ahli kanker dari RSCM, Soehartati Gondhowiarjo.
 
Proses diagnosa ini ternyata menjadi salah satu yang ditakutkan pasien. Soehartati mencontohkan biopsi dengan jarum halus, yang ditakutkan memacu pertumbuhan kanker. Padahal, tusukan jarum tersebut untuk mengetahui apakah sel tersebut betul kanker, tentunya lokasi penusukan sudah ditentukan terlebih dulu dalam proses diagnosa. Tusukan tersebut tidak memicu pertumbuhan sel kanker.
 
Ketakutan inilah yang coba dihapus dalam peringatan World Cancer Day yang akan dilaksanakan pada Selasa (4/1/2014). Dalam peringatan bertema Debunk The Myth tersebut, para dokter akan membagikan buku kecil terkait penanganan kanker. Lewat aksi yang akan dilakukan di area Bundaran Senayan, Tugu Tani, dan RSCM, diharapkan masyarakat tak lagi takut dan mempercayai berbagai mitos terkait kanker.
 
"Saya berharap masyarakat tak lagi khawatir atau takut menghadapi kanker. Bila merasa ada benjolan atau gejala yang tidak biasa, segera ke dokter untuk mendapat penanganan. Penanganan yang cepat dan tepat akan berdampak positif bagi pasien," kata Soehartati.
 
sumber :  http://health.kompas.com/read/2014/02/03/1511230/Tak.Perlu.Takut.Hadapi.Kanker

4 Penyebab Utama Masalah Jantung

 

KOMPAS.com — Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Pada wanita, penyakit degeneratif ini tercatat membunuh satu dari empat wanita. Artinya, penyakit jantung tiga kali lebih mematikan daripada kanker payudara.
Meski termasuk ke dalam penyakit degeneratif, penyakit ini juga berisiko timbul pada usia yang relatif muda. Oleh karena itu, jangan pernah anggap sepele penyakit ini. Kenali beberapa penyebab utama dari permasalahan jantung untuk mengetahui bagaimana cara mencegahnya.
1. Penyakit kardiovaskular
Permasalahan pada jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab penyakit jantung yang utama. Penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan permasalahan katup jantung. Menurunnya fungsi jantung dan pembuluh darah biasanya dikaitkan dengan penuaan. Salah satu faktor percepatan penuaan pada pembuluh darah adalah konsumsi gula yang berlebihan.
2. Kolesterol
Kolesterol merupakan lemak yang dibentuk di hati dan disirkulasikan di dalam aliran darah. Kolesterol terdiri dari dua jenis, yaitu high density lipoprotein (HDL) yang merupakan kolesterol "baik" pelindung jantung, dan low density lipoprotein (LDL), yang merupakan kolesterol "jahat". Dikatakan demikian karena kolesterol ini dapat membentuk plak di arteri sehingga lama-kelamaan akan mengakibatkan penyumbatan.
Cara mengurangi kadar kolesterol "jahat" dan memperbanyak kolesterol "baik" adalah dengan menghindari konsumsi makanan berlemak jenuh, tetapi meningkatkan makanan berlemak tak jenuh semisal omega 3, seperti minyak ikan, omega 6 seperti kedelai, dan omega 9 seperti minyak zaitun, serta berolahraga teratur tidak kurang dari 150 menit per minggu.
3. Sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah sebuah kondisi yang berbahaya karena berhubungan dengan tekanan darah tinggi, lemak perut yang berlebihan, peningkatan gula darah, dan kolesterol yang tidak normal. Kondisi ini akan memicu penyakit jantung pada usia muda sekitar 20-39 tahun. Namun, sindrom metabolik bisa dicegah dan diperbaiki melalui diet dan olahraga.
4. Trigliserida
Kadar trigliserida umumnya sangat berhubungan dengan kadar kolesterol sehingga pengukurannya pun biasanya bersamaan dengan kolesterol. Trigliserida merupakan bentuk penyimpanan energi tubuh. Jika tidak kunjung digunakan atau dibakar, kadarnya akan meningkat dan memperbesar risiko penyakit jantung.

sumber :  http://health.kompas.com/read/2014/02/03/1528015/Inilah.4.Penyebab.Utama.Masalah.Jantung

Sunday, January 26, 2014

tomat ungu gizinya lebih tinggi



1505409blueberry780x390.jpg
Tomat warna ungu hasil rekayasa genetika memiliki kandungan vitamin dan keunggulan yang menyerupai buah blueberry. Pigmen ungu, yang dikenal dengan anthocyanindan dibubuhkan pada tomat unik ini, dipercaya merupakan sejenis antioksidan yang mampu membantu melawan sel kanker. Hal ini terbukti setelah uji coba dilakukan pada hewan.

Tomat ini merupakan produk yang disiapkan melalui rekayasa genetika agar menarik bagi konsumen. Tipe pertama disiapkan untuk petani sebagai sarana baru di ladang pertanian. Pigmen ungunya merupakan hasil pemindahan dari sebuah gen yang diambil dari buah naga. Modifikasi ini kemudian mendorong terjadinya sebuah proses pembentukan zat anthocyanin terbentuk pada tanaman tomat.

Menurut penemunya, ilmuwan Inggris Profesor Cathie Martin, tomat ungu yang dikembangkan di John Innes Centre di Norwich ini akan mendongkrak nilai gizi berbagai produk turunannya, mulai dari saus tomat sampai irisan tomat di atas pizza.

"Dengan tomat ungu ini Anda bisa mendapatkan kandungan yang sekarang ada dalam blueberry dancranberry yang manjur untuk kesehatan—tetapi yang bisa juga diimbuhkan dalam makanan yang dikonsumsi orang dalam jumlah besar," kata Martin, yang merupakan ketua grup di John Innes Centre.

Meski pengembangan tomat ungu ini berawal di Inggris, pangan transgenik ini dikembangkan secara masif di Kanada. Hasilnya, 1.200 liter jus tomat ungu siap dikapalkan ke Inggris. Martin berharap kiriman jus tomat edisi perdana dari Kanada nanti akan memberi kesempatan kepada para peneliti tentang potensi manfaat perasan buah itu.

Namun, Martin mengatakan karena ada pembatasan yang berlaku di negara Uni Eropa terhadap produk pangan hasil rekayasan genetika, ia mencari lokasi lain untuk mengembangkan teknologinya. 

Sebuah survei besar di Eropa tahun 2010 menunjukkan penentang produk makanan hasil rekayasa genetika jauh melebihi pendukungnya hingga tiga berbanding satu. Martin berharap jus tomat ungu ini akan berpeluang mendapat persetujuan dipasarkan pada konsumen di Amerika Utara dalam tempo dua tahun.

sumber :http://health.kompas.com/read/2014/01/25/1422247/Tomat.Ungu.Gizinya.Lebih.Tinggi.